Mourinho Sambut Positif Kemenangan United atas Sunderland

Manajer asal Portugal tersebut juga menyadari kemurungan dari tim lawan, kalah saat tim berada di Zona Degradasi adalah penyebab kenapa kepercayaan diri mereka menurun, dan itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh United untuk mengemas tiga poin di Stadium of Light.

Jose Mourinho menyambut positif poin penuh yang didulang tim asuhannya saat melawat ke Stadium of Light akhir pekan kemarin (09/04) waktu setempat. Dalam pertandingan melawan tuan rumah Sunderland itu, Setan Merah sukses mengemas tiga poin berkat keunggulan telak 0-3 sampai akhir laga.

Zlatan Ibrahimovic, Marchus Rashford dan Henrikh Mkhitaryan masing-masing mencetak satu gol dalam kemenangan United, sementara Sunderland tak berkuti sepanjang laga. Kemenangan ini membuat United sementara waktu mengklaim posisi kelima di klasemen, sedangkan Sunderland semakin terpuruk di peringkat terbawah.

”Hasil yang terbilang bagus, ini juga menjadi bayaran atas kemenangan yang diraih Manchester City dan Liverpool kemarin, mereka membuat kami berada di posisi yang meragukan, namun akhirnya mendapatkan tiga poin dan tampil solid”

”Kami berhadapan dengan tim yang sedih, itu wajar, menghadapi tim seperti mereka, jika anda mencetak gol, maka mereka akan sulit untuk bereaksi. Anda bisa merasakan aura negatif dalam diri para pemain mereka, dan hal itu bisa dilihat dari tim yang dekat dengan degradasi”

”Kami memulai pertandingan dengan positif, saya tidak bisa mengklaim bahwa kami bermain dengan sangat agresif dalam hal intensitas, tapi kami merasa nyaman dan bisa menguasai pertandingan”

”Saat anda mencetak gol melawan tim yang sedang murun, dan saat anda mencetak gol lebih dulu, dalam situasi ini, wajarnya anda akan membunuh mereka di babak kedua, dengan gol kedua, menghadapi sepuluh pemain, ini terasa nyaman. Memang bukan performa briilian, tapi cukup nyaman terasa” Ujar Mourinho kepada reporter.

Youngster Italia Ini Menyesal Tak Dengar Saran Ferguson

Sang manajer Legenda United itu meminta dirinya untuk dipinjamkan ke Klub Premier League, namun sang pemain bersikukuh dipinjamkan ke Italia. Memang indah pada awalnya, namun perlahan, karirnya terbunuh oleh tekanan dari fans dan kritik Media-media Italia. Kini, Macheda pun menyesal.

Masih ingat dengan Federico Macheda ? Bagi sebagian besar fans Manchester United, dulunya dia adalah bakat terpendam asal Italia yang dimiliki Setan Merah, namun karirnya meredup, dan perkiraan bakal menjadi seorang bintang masa depan pun terhempas begitu saja.

Macheda adalah jebolan akademi United, dia menarik perhatian publik saat mencetak gol di laga debu melawan Aston Villa, dimana kala itu usianya masih 17 tahun. Pada musim yang sama, Macheda sedikit banyak berkontribusi atas keberhasilan United memenangkan titel Premier League.

Kendati demikian, usiaya yang masih sangat muda membuat Macheda sulit mendapat kesempatan bermain, United pun pada akhirnya memberinya kesempatan untuk menjalani masa pinjaman bersama klub lain. Saat itu, pelatih Sir Alex Ferguson menyarankan Macheda untuk berkembang di klub premier League, namun sang pemain bersikukuh dipinjamkan Ke Italia.

Keinginannya dituruti, dimana Macheda dipinjamkan ke Sampdoria, namun setelah itu karirnya merosot, dan sekarang, Sang Youngster yang dulu dibangga-banggakan, malah bermai untuk tim Serie B Italia, Novara. Kini, yang ada hanya penyesalan dalam diri sang pemain.

”Fergie ingin saya untuk dipinjamkan dan itu saran yang masuk akal, banyak klub Inggris yang tertarik, diantaranya Everton dan Sunderland. Tapi saya ingin bermain di Italia, dia tidak setuju dan menyarankan saya tetap di Inggris, supaya dia bisa memantau saya. Dia mengaku tidak bisa memantau saya di Italia”

”Awalnya saya bermain baik di Sampdoria, menjadi pelapis casano, namun seiring kepergian Pazzini ke Inter, saya menerima tanggung jawab yang besar, saat itu saya 19 tahun. Posisi Samp kemudian merosot dan saya mendapat banyak kritik. Untuk pertama kalinya, saya tidak punya kepercayaan diri, saya mulai bertanya kepada diri saya , ’Apakah saya cukup bagus?’ dan saya mulai mendapatkan cedera” Ujar Macheda kepada ESPN.

Zlatan Ibrahimovic Merasa Seperti Benjamin Button

Penyerang asal Swedia tersebut sama sekali tidak mencemaskan usianya yang terus saja bertambah, karena dia yakin, semakin bertambah usianya, justru semakin bagus dia bermain, layaknya Benjamin Button, Tokoh Fiksi yang diangkat ke dalam layar Lebar.

Zlatan Ibrahimovic, penyerang gaek Manchester United ini kembali berbicara mengenai faktor usianya yang belum terlihat mempengaruhi performanya di atas lapangan. Bahkan, Ibra mengklaim, dirinya mirip dengan tokoh Fiksi dalam layar lebar Hollywood berjudul ‘Benjamin Button’.

Penyerang berusia 35 tahun itu memang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa, kendati pada umumnya, pesepakbola akan kehilangan kecepatan dan insting mencetak gol pada usia tersebut. Musim ini, Ibra bahkan sudah mengemas 17 gol di ajang Premier League bersama dengan manchester United, dan 11 gol di kompetisi lainnya.

Yang terbaru, mantan pemain Juventus ini turut membantu Manchester United dalam mengalahkan Sunderland di Stadium Of Ligth. Satu gol dicetak penyerang asal Swedia, sebagaimana kemenangan krusial yang diraih United lewat torehan skor akhir 0-3.

“Saya berlatih sangat keras, saya sendiri percaya diri, dan saya tahu apa yang bisa saya lakukan di atas lapangan. Saya tidak mencemaskan, semakin tua anda maka pengalaman juga akan semakin bertambah, juga akan semakin pintar, janganlah anda menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak anda butuhkan. Saya merasa mirip dengan benjamin Button, saya terlahir tua dan akan meninggal saat masih muda” Demikian kata Ibra sebagaimana dikutip Sky Sports.

Sebagai informasi, Benjamin Button sendiri adalah sebuah tokoh fiksi dalam layar lebar berjudul ‘Curious Case of Benjamin Button’. Tokoh utama yang diperankan oleh Brad Pitt tersebut terlahir dengan kondisi tua, kemudian semakin bertambahnya usia, dia justru semakin muda dan akhirnya meninggal dalam kondisi Bayi.