Kenangan Buruk Schneiderlin Dibawah Arahan Van Gaal

Gelandang Internasional Prancis tersebut bahkan mengklaim bahwa manajer asal Belanda telah merusak kebebasannya dalam bermain sepakbola sehingga merasa dirinya seperti Robot yang bekerja dengan aturan ketat sang pelatih. Schneiderlin menganggap, itulah alasan kenapa dia kemudian gagal di MU.

Morgan Schneiderlin, gelandang asal Prancis ini memang telah resmi berkostum Everton sejak januari lalu, namun yang bersangkutan masih teringat akan kenangan buruk yang dia habiskan selama satu setengah musim di Manchester United, terutama ketika berada dibawah arahan Manajer Louis Van Gaal.

Pemain Internasional Prancis itu dibeli dari Southampton dengan Kocek 24 Juta Poundsterling pada bursa transfer musim panas tahun 2015. Dia memang sulit menembus skuat utama sejak musim pertama , begitu juga saat tim diambil alih oleh Jose Mourinho pada musim panas kemarin. Akhirnya, Schneiderlin memutuskan hengkang ke Everton pada Januari 2017 lalu.

Diungkapkan oleh gelandang berusia 27 tahun itu, bahwa semasa bekerja dibawah arahan louis Van Gaal di Manchester United, dia merasa seperti seorang robot.

”Pada musim pertama saya di MU bersama Van Gaal, saya sama sekali tidak bisa menikmati apa yang saya lakukan di Lapangan, dia tidak memberikan saya kebebasan bermain, padahal, pada faktanya saya cukup berpengalaman di Premier League”

”Bersama dengan dia, saya bermain layaknya Robot, dia selalu berkata ’Anda tidak boleh keluar dari Area ini, anda tidak boleh melakukan ini dan itu’, perintah seperti itu justru membuat saya merasa terganggu”

”Saat seorang pemain merasa bingung dengan peran yang dia mainkan, maka dia akan kurang efisien dalam bermain, terlebih ketika anda bermain untuk tim sekelas Manchester United, yang selalu menjadi sorotan media, dan sering mendapat kritik” Kata Schneiderlin sebagaimana dilansir L’Equipe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *