Everton berencana Perpanjang Kontra Ross Barkley

Ada beberapa pemain yang tengah berada dekat dengan penghujung kontraknya, Barkley adalah salah satu diantara para pemain tersebut. Tapi, berdasarkan penuturan Ronald Koeman, sudah ada rencana untuk memperpanjang kontrak sang pemain, meski sejauh ini belum ada pembicaraan langsung mengenai hal tersebut.

Ross Barkley, gelandang tim Nasional Inggris berusia 23 tahun ini menjadi sasaran transfer beberapa klub Eropa pada musim panas mendatang. Namun, Everton sendiri tak akan membiarkan pemain andalannya itu pergi, mereka siap memagari Barkley dengan kontrak baru secepatnya.

Sebagaimana diketahui, Ross Barkley telah menjadi bagian dari Everton sejak masih berkutat di level Junior, tepatnya sejak sang pemain masih berusia delapan tahun. Yang bersangkutan kemudian menembus level senior di tahun 2010, sempat dipinjamkan ke Sheffield Wednesday dan Leeds United sebelum akhirnya kembali ke tim utama The Toffees pada tahun 2013.

Karirnya terus membaik seiring dengan performa yang terus berkembang, bahkan belakangan ini, Barkley mulai dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa. Tentu saja pihak Everton tidak tinggal diam, apalagi faktanya, saat ini kontrak Barkley tinggal menyisakan satu tahun lagi.

Pelatih the Toffees, Ronald Koeman mengakui bahwa ada beberapa pemain yang memiliki sisa kontrak tinggal satu sampai dua tahun lagi, termasuk Barkley diantaranya. Klub sudah berencana memperpanjang kontrak gelandang berusia 23 tahun itu, namun masih belum ada pembicaraan dengan Barkley sejauh ini.

“Ya sudah ada rencana untuk membahas [kontrak baru] itu, Saya rasa pembicaraannya belum dimulai. Ada sejumlah pemain yang kontraknya berakhir sebentar lagi, dia [Barkley] adalah salah satunya dan kami akan mencoba segalanya untuk mempertahankan Ross dan memperpanjang kontraknya.” kata Koeman.

AS Roma Masih Nantikan Keputusan Francesco Totti

Masa Depan Legenda AS Roma , Francesco Totti, masih jadi tanda tanya besar saat ini, meskipun sudah lebih dari satu bulan berlalu yang bersangkutan mengumumkan keputusannya untuk akhiri perjalanan karir sebagai pemain AS Roma. Pihak klub sendiri mengaku bahwa mereka masih menantikan apa keputusan selanjutnya dari sang Legenda.

Sebagaimana diketahui, Francesco Totti memang telah mengumumkan keputusan untuk akhiri ikatan kontraknya sebagai pemain AS Roma pada akhir musim kemarin. Sementara itu, pihak Gialorossi sendiri telah menawarkan jabatan sebagai direktur teknik untuk sosok berusia 41 tahun tersebut.

Hanya saja, Francesco Totti sejauh ini masih belum mengambil keputusan mengenai masa depannya, padahal sudah satu bulan berlalu terhitung sejak keputusannya meninggalkan AS Roma diumumkan klub. Meski demikian, AS Roma sendiri masih akan tetap menantikan keputusan dari sang kapten terkait dengan tawaran tersebut.

Hal ini dituturkan oleh Direktur olahraga klub, Monchi, yang menegaskan bahwa pihak AS Roma akan tetap terbuka terkait dengan sang legenda.

“Francesco tengah beristirahat sekarang dan saya pikir memang benar, dalam situasi krusial di hidupnya, diperlukan waktu untuk berpikir.Kami menantinya dengan tangan terbuka. Kami bisa menantikan dia seumur hidup bila diperlukan karena dia selalu menjadi bagian penting bagi Roma.”

“Totti akan memutuskan ketika kembali ke rumahnya, karena ini adalah kampung dia dan dia ibarat sudah menjadi kunci. Jadi, tidak diperlukan lagi untuk mengetuk pintu. Apa yang paling bisa kami lakukan sekarang adalah menunggu dan berharap, dia kembali ke pangkuan kami,” pungkas Monchi.

AS ROma sendiri musim lalu finish di urutan kedua klasemen akhir Serie A Italia. Mereka telah menunjuk Luciano Spalletti untuk menukangi tim utama Musim depan.

Arsene Wenger Tidak Akan Lepas Alexis Sanchez

Striker Internasional Chile, Alexis Sanchez, belakangan dikaitkan dengan isu hengkang dari Arsenal, seiring dengan fakta bahwa klub tidak akan bermain di ajang liga champions Eropa musim depan. Akan tetapi, legenda The Gunners, Martin Keown, yakin bahwa manajer Arsene Wenger tidak akan membiarkan striker 29 tahun tersebut hengkang.

Pada bursa transfer piala dunia 2018 ini, geliar arsenal sejatinya cukup bagus, sebagaimana mereka berhasil mendaratkan dua pemain anyar antara lain Sead Kolasinac dan Alexadre Lacazette. Nama kedua bahkan memaksa Arsenal memecahkan rekor transfer pembelian termahal dalam sejarah mereka.

Akan tetapi, selain mendatangkan amunisi anyar, Arsenal juga harus mampu mempertahankan pemain bintang yang mereka miliki, karena berdasarkan kabar yang terdengar dua bintang utama klub, Alexis SAnchez dan Mesut Ozil dipercaya bakal meninggalkan Klub London Utara tersebut pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini. Mereka diyakini kecewa akan fakta bahwa klub tidak ikut berpartisipasi pada ajang liga Champions Eropa musim depan.

Terkait hal ini, salah seorang legenda Arsenal, Martin Keown, berpendapat bahwa pelatih Arsene Wenger akan berjuang keras mempertahankan pemain berusia 29 tahun tersebut. Alasannya cukup kuat, karena bagaimanapun, Sanchez akan tetap jadi salah satu bagian penting dari The Gunners musim depan.

“Sanchez akan menjadi pemain yang dibicarakan semua dan mari kita lihat bagaimana Arsene Wenger menangani hal itu. Dia (Wenger) mendapatkan kontrak baru, dan saya tidak berpikir Wenger akan terburu-buru, dia pasti ingin mempertahankan pemainnya,”

“Sanchez adalah salah satu pemain terbaik di Eropa. Arsene Wenger sedikit berbeda dengan manajer yang pernah menangani saya, dan dia memiliki ikatan khusus dengan para pemainnya. Saya merasa kali ini, dia tidak akan membiarkan dia (Sanchez) atau pemain lainnya pergi sehingga dia tidak ingin melepaskannya.” kata Keown kepada Press Association Sport.

Arsenal sendiri musim lalu hanya mampu finish di peringkat kelima klasemen akhir Liga primer Inggris, tapi mereka berhasil meraih trofi Juara Piala FA.

Atasi Stoke City, Jurgen Klopp Sanjung Mignolet

Kredit khusus diberikan kepada penjaga gawang Belgia tersebut setelah yang bersangkutan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang, terutama saat menepis tendangan spektakuler Saido Berhaino. Klopp menganggap Mignolet sebagai penyelamat Liverpool.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp begitu senang dengan kemenangan yang diraih tim asuhannya dalam lanjutan Premier League akhir pekan kemarin melawan Stoke City. Sanjungan khusus pun diberikan sang manajer kepada Simon Mignolet yang dianggapnya tampil apik dalam laga tersebut.

Sebagaimana diketahui, The Reds bertandang ke Bet365 Stadium dalam lanjutan Premier League, Sabtu malam kemarin (08/04) Waktu setempat. Berhadapan dengan tim tuan rumah Stoke City, awalnya Liverpool meragukan karena tidak menurunkan para pemain andalan mereka seperti Coutinho dan Firmino. Benar saja, The Reds lebih dulu kebobolan lewat gol yang dicetak Jonathan Walters.

Kemudian, pada babak kedua mereka berhasil membalikkan kedudukan menjadi 1-2, setelah dua pemain pengganti, Coutinho dan Firmino masing-masing mencetak satu gol. Namun, bukan kedua pemain tersebut yang mendapat kredit khusus dari sang manajer, melainkan penjaga gawang Simon Mignolet. Bahkan, Klopp merasa berhutang dengan kiper asal Belgia tersebut.

“Simon melakukan penyelamatan yang hebat, terutama penyelamatan kedua, saat menepis Sepakan Berahino, dia terlihat spektakuler. Saya sendiri tak tahu bagaimana cara dia melakukan hal tersebut. Sangat genius, dan saya sangat bahagia dengan dirinya, dia sudah menyelamatkan hidup kami”

”Babak kedua benar-benar bagus, namun kami menciptakan perjudian dengan memasukin Firmino dan Coutinho. Berat badan Coutinho bahkan turun tiga kilogram dalam tiga hari terakhir. ”

”Di babak pertama, tuan rumah jelas lebih baik dari kami, namun secara keseluruhan, mereka tak menciptakan peluang sebanyak kami, pada akhirnya, kemenangan ini terasa bagus, cuaca bagus, 63 poin, dan kami sangat gembira” Kata juru taktik asal Jerman itu.

Chelsea Kini Tatap Tujuh Pertandingan Final Premier League

Hal tersebut ditegaskan oleh salah seorang defender andalan Chelsea, Marcos Alonso. Sebelum pertandingan melawan Bournemouth, para pemain Chelsea melihat Spurs berhasil mengemas kemenangan, inilah yang membuat The Blues harus menatap setiap laga yang tersisa musim ini sebagai laga final.

Seiring dengan kemenangan atas Bournemouth pada matchdays ke-32 Premier League akhir pekan kemarin, kini Chelsea merasa akan memainkan tujuh laga final di sisa musim ini, kendatipun sekarang mereka memegang tampuk klasemen dengan keunggulan tujuh poin di atas Tottenham Hotspur selaku rival terdekat.

Chelsea sempat dipermalukan Crystal Palace, akibatnya jarak dengan Tottenham menjadi terpangkas dari sepuluh poin kini hanya tujuh poin saja. Namun, Chelsea masih mampu menjaga jarak ideal tersebut usai kemenangan tipis atas Manchester city tengah pekan kemarin dan atas Bournemouth di Vitality Stadium pada akhir pekan.

Bek Marcos Alonso berujar, bahwa timnya menyaksikan bagaimana Tottenham membekuk Watford dengan empat gol tanpa balas, hanya selang beberapa jam sebelum bertandang ke Vitality Stadium. Hal tersebutlah yang memotivasi tim arahan Antonio Conte untuk mendulang poin penuh di markas Bournemouth.

Sekarang, Chelsea harus merasa bahwa setiap laga adalah Final, dengan tujuh pertandingan tersisa musim ini di ajang Premier League, dengan semakin mendekati Trofi Liga Primer.

“sekarang, kami punya tujuh partai final tersisa, tiap pertandingan akan penting, dan kami harus memainkan setiap pertandingan layaknya itu adalah pertandingan terakhir, karena kami butuh poin untuk semakin dekat dengan gelar”

“kamu tahu saat Tottenham meraih kemenangan sebelum kami bermain, jadi kami harus menang, kami tahu ini akan jadi laga yang sulit, namun saya rasa, tim ini bermain bagus sepanjang laga, dan kami memperoleh tiga poin penting” Kata bek asal Spanyol kepada reporter.

Cuadrado Tak Gentar hadapi Trio MSN Barcelona

Kendati demikian, Winger Internasional Kolombia itu juga enggan memilih mana yang terbaik antara ketiga rekannya yang diandalkan Juventus di lini depan, karena mereka sama-sama hebat, meski Dybala kerap jadi perbincangan karena performa apiknya.

Nama besar Trisula lini depan Barcelona yang terdiri dari Messi, Suarez dan Neymar, tak lantas membuat winger Juventus, Juan Cuadrado gentar jelang pertemuan melawan Raksasa Catalan tengah pekan ini. Bahkan, pemain Kolombia tersebut menganggap Barisan Lini Serang Juventus lebih baik ketimbang tiga pemain Amerika Latin itu.

Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar Jr, ketiga penyerang yang masing-masing berasal dari Argentina, Uruguay dan Brazil tersebut diklaim sebagai Trio Lini Serang terbaik dunia saat ini. Mereka bertandem di Barcelona sejak tahun 2014 lalu, dimana pada musim pertamanya, kombinasi ketiga pemain asal Amerika Latin ini membuahkan Treble Winner bagi Barcelona.

Ketiganya dianggap sebagai ancaman yang berbahaya bagi juventus pada pertemuan dua leg babak perempat final Liga Champions Eropa, dimana leg pertamanya sendiri akan berlangsung tengah pekan ini. Namun, Winger Bianconneri, Juan Cuadrado, tidak berpikir demikian, karena menurutnya, Trio Lini serang Juve yang terdiri dari Gonzalo Higuain, Paulo Dybala dan Mario Mandzukic, lebih baik dibandingkan Trio MSN Barca.

”Jelas saya akan lebih menjagokan rekan satu tim saya, yang terbaik dari ketiga itu? Tidak ada, Dybala tidak lebih baik dari Mandzukic, dan begitu juga sebaliknya. Setiap orang akan membawa sesuatu yang berbeda ke dalam tim, dan itulah yang mejadi kekuatan kami, kami bermain sebagai sebuah keluarga dan kami akan berjuang sampai akhir” Demikian kata Cuadrado sebagaimana dilansir situs resmi Juventus.

Adapun leg pertama antara Juventus melawan Barcelona akan berlangsung pada Rabu dinihari WIB mendatang, 12 April 2017 di Juventus Stadium, Turin.

Ditekuk Malaga, Andres Iniesta Enggan Salahkan Wasit

Bagi sang kapten, seorang wasit mengemban tugas yang berat saat mengambil keputusan di atas lapangan, jadi tidak ada untungnya menyalahkan mereka. Sekarang, bagi Iniesta, yang terpenting adalah mengubah mentalitas, melupakan pertandingan dan mempersiapkan diri hadapi Juventus.

Ada beberapa keputusan wasit yang mengecewakan Barcelona saat secara mengejutkan takluk di Estadio la Rosaleda akhir pekan kemarin. Di saat banyak pihak yang menyalahkan ofisial, Kapten Andres Iniesta lebih memilih lapang dada menerima kekalahan ini dan menatap laga selanjutnya.

Di Saat ada kesempatan untuk mengambil Pole Position di klasemen sementara, menyusul hasil imbang yang diraih Madrid saat menjamu Atletico, Barcelona justru terkapar di Estadio La Rosaleda. Berhadapan dengan tuan rumah Malaga, Sang juara bertahan tertunduk kecewa dengan hasil akhir 2-0.

Sepanjang pertandingan, Tim Tuan Rumah dinilai telah diuntungkan sejumlah keputusan wasit, mulai dari kartu merah Neymar, dan Pelanggaran terhadap Sergi Roberto di Kotak terlarang. Banyak yang menyayangkan keputusan wasit Jesus Gil Manzano dalam pertandingan tersebut, namun tidak dengan Kapten Andres Iniesta.

Sang Kapten meminta rekan-rekannya untuk melupakan kekalahan tersebut, dan mempersiapkan diri dengan mentalitas yang lebih baik untuk laga tengah pekan melawan Juventus.

“Ini memalukan. Kami melewatkan peluang bagus untuk menempatkan tim di posisi menguntungkan di La Liga. Semoga kami tidak akan terpeleset lagi tapi liga lebih sulit. Posisi di klasemen menjelaskan ini. Tim main bagus dan berjuang hingga akhir, tapi kadang sesuatu tidak berjalan sesuai rencana Anda, Malaga mengambil kesempatan mereka dengan sangat baik. ”

“Saya salah satu yang berpikir, bicara tentang wasit tidak akan menguntungkan. Tidak mudah untuk membuat keputusan di lapangan. Kami harus mengambil kesimpulan dan melupakan pertandingan ini. Kami harus mengubah mentalitas dan hanya memikirkan Juve.” kata Iniesta, dikutip Sport.

Higuain Klaim juventus Kini Siap Hadapi Barcelona

Hal tersebut dituturkan penyerang Argentina setelah berhasil mengantarkan timnya meraih tiga poin penting melawan chievo Verona. Higuain menyarankan rekan-rekannya untuk beristirahat sebagai persiapan di laga tengah pekan mendatang melawan Barcelona.

Striker andalan Juventus, Gonzalo Higuain mengklaim timnya kini sudah siap dan berpikir mengenai pertandiangan krusial melawan Barcelona tengah pekan ini. Sebagaimana diketahui, Juve dan Barca akan bersua pada partai leg pertama babak perempat final Liga Champions Eropa pada 12 april mendatang di Turin.

Akhir pekan kemarin, Juventus menjamu Chievo Verona dalam lanjutan Serie A Italia yang telah memasuki Giornata ke-31. dalam pertandingan yang berlangsung di Juventus Stadium, Biaconneri berhasil mengemas kemenangan telak 2-0, sepasang gol dalam laga tersebut dicetak oleh striker anyar mereka, Gonzalo Higuain.

Selepas kemenangan itu, penyerang Argentina mengaku senang, kendati dia juga mengakui bahwa tim tamu akan memberikan perlawanan sengit.

“Ini adalah pertandingan yang sulit, kami sudah memprediksi akan seperti itu, namun akhirnya kami menang, itulah yang memang kami igninkan” Kata Higuain sebagaimana dilansir Mediaset Premium.

Lebih lanjut, Higuain mengklaim bahwa saat ini, Juventus sudah siap menghadapi Barcelona di Turin.

“Sekarang, kami sudah bisa fokus dan memikirkan laga kontra Barcelona, dan beristirahat, sehingga kami mampu bermain dengan kondisi terbaik. Kami harus tetap tenang, karena itu adalah pertandingan yang sangat berat, menghadapi tim yang hebat. Namun kami hanya menghormati mereka sebagaimana mereka menghormati kami” Tandasnya.

Pada saat yang bersamaan, Barcelona justru telan kekalahan mengejutkan di La Rosaleda melawan Tuan Rumah Malaga dengan skor akhir 0-2.

Kenangan Buruk Schneiderlin Dibawah Arahan Van Gaal

Gelandang Internasional Prancis tersebut bahkan mengklaim bahwa manajer asal Belanda telah merusak kebebasannya dalam bermain sepakbola sehingga merasa dirinya seperti Robot yang bekerja dengan aturan ketat sang pelatih. Schneiderlin menganggap, itulah alasan kenapa dia kemudian gagal di MU.

Morgan Schneiderlin, gelandang asal Prancis ini memang telah resmi berkostum Everton sejak januari lalu, namun yang bersangkutan masih teringat akan kenangan buruk yang dia habiskan selama satu setengah musim di Manchester United, terutama ketika berada dibawah arahan Manajer Louis Van Gaal.

Pemain Internasional Prancis itu dibeli dari Southampton dengan Kocek 24 Juta Poundsterling pada bursa transfer musim panas tahun 2015. Dia memang sulit menembus skuat utama sejak musim pertama , begitu juga saat tim diambil alih oleh Jose Mourinho pada musim panas kemarin. Akhirnya, Schneiderlin memutuskan hengkang ke Everton pada Januari 2017 lalu.

Diungkapkan oleh gelandang berusia 27 tahun itu, bahwa semasa bekerja dibawah arahan louis Van Gaal di Manchester United, dia merasa seperti seorang robot.

”Pada musim pertama saya di MU bersama Van Gaal, saya sama sekali tidak bisa menikmati apa yang saya lakukan di Lapangan, dia tidak memberikan saya kebebasan bermain, padahal, pada faktanya saya cukup berpengalaman di Premier League”

”Bersama dengan dia, saya bermain layaknya Robot, dia selalu berkata ’Anda tidak boleh keluar dari Area ini, anda tidak boleh melakukan ini dan itu’, perintah seperti itu justru membuat saya merasa terganggu”

”Saat seorang pemain merasa bingung dengan peran yang dia mainkan, maka dia akan kurang efisien dalam bermain, terlebih ketika anda bermain untuk tim sekelas Manchester United, yang selalu menjadi sorotan media, dan sering mendapat kritik” Kata Schneiderlin sebagaimana dilansir L’Equipe.

Montella Serahkan Masa Depannya Kepada Milan

Mantan pelatih Sampdoria itu juga tidak merasa terpengaruhi oleh rumor-rumor yang berkembang di media mengenai masa depannya bersama Rossoneri. Montella sadar, para pemilik baru akan berpikir tentang kursi pelatih, dan dia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Klub.

Juru Taktik AC Milan, Vincenzo Montella, angkat bicara mengenai kemungkinan dirinya didepak dari Kursi pelatih pada bursa transfer musim panas mendatang. Dituturkan manajer berusia 42 tahun itu, bahwa dia menyerahkan nasibnya kepada pihak Milan.

Seperti diketahui, allenatore asal Italia tersebut telah ditunjuk sejak bulan November lalu untuk menukangi AC Milan, menggantikan Frank De Boer di kursi pelatih. Sejauh musim ini berlangsung, Montella bisa dikatakan menjalankan tugasnya dengan baik, seiring dengan posisi Rossoneri di peringkat ke-6 klasemen sementara, dan terpaut beberapa poin saja dengan Zona Eropa.

Akan tetapi, pada musim panas mendatang, akan ada perubahan pada jajaran petinggi klub seiring diambil alihnya akuisisi Milan oleh Investor Tiongkok. Nantinya, mereka akan menentukan perubahan yang terjadi pada skuat, termasuk kursi pelatih, staff medis, dan lainnya.

Terkait hal ini, Montella mengatakan ”Saya tahu bahwa saya berada di tahapan sekarang ini, dan banyak rumor yang terdengar. Dengan terjadinya perubahan kepemilikan klub, kami rasa kami perlu untuk mengetahui dengan lebih baik satu sama lain. Saya sendiri berharap agar bisa terus melatih tim ini, namun itu akan bergantung pada banyak situasi”

”Saya merasa bahagia di Milan, dan andai memang kondisi terbaik datang, saya akan merasa sangat bahagia bisa melanjutkan pekerjaan saya di sini. Saya tidak tahu, apakah nanti pemilik baru akan memikirkan saya, jadi kami akan berbicara lebih lanjut mengenai hal ini di masa mendatang”

”Rumor pemecatan adalah bagian dari pekerjaan saya, dan hal itu tak membuat saya merasa diremehkan. Saya justru merasa lebih seperti pelatih sekarang ini ketimbang di masa-masa sebelumnya. Berharap saya bisa terus meningkat” Kata Montella kepada Reporter.